--> May 2020 | Artikel Seputar Internet & Teknologi

Thursday, May 14, 2020

Refleksi Fatwa Corona - Shohib Khoiri

Refleksi Fatwa Corona - Shohib Khoiri

"Saya tak takut Corona, hanya takut Allah". Kalimat ini kelihatannya benar dan menggambarkan keimanan mereka yang tinggi, tapi sebenarnya "sarat akan paham Jabariyyah" dalam kajian Aqidah. Lalu bagaimana dengan keimanan Baginda Nabi yang mengatakan 
"larilah engkau dari lepra sebagaimana larinya engkau dari singa" (HR. Bukhari). 
Apakah mereka lebih tinggi keimanannya dari keimanan Baginda Nabi?.


"Tak mungkin Allah turunkan wabah kepada orang-orang shalih". Kalimat ini tampak seperti benar, tapi ada kerancuan. Kalau diyakini bahwa wabah hanya akan mengenai orang kafir/ahli maksiat, lalu bagaimana dengan Sahabat mulia Muadz bin Jabal yang wafat karena wabah penyakit saat itu?. Apakah keimanan beliau lbh rendah dari keimanan mereka yang mengatakan kalimat di atas?.
"Tapi mesjid ini adalah rumah Allah, tak mungkin Allah turunkan wabah di rumah-Nya, maka fatwa para ulama itu keliru". Ini pun tampak manis didengar, tapi bagaimana dengan sabda Baginda: 
"Janganlah kalian mencampurkan antara yang sakit dengan yang sehat." (HR. al-Bukhari).
Hadits ini bersifat umum, di semua tempat.

"Tapi tampaknya di wilayah kita aman-aman saja", semoga kalimat ini benar sesuai fakta. Tapi ahli virus mengatakan bahwa Corona adalah wabah dengan sifatnya yang mudah tersebar dengan inkubasi yg cukup panjang, sehingga orang yang terpapar baru akan ketahuan setelah 14 hari-an.
Fenomena kalimat- kalimat di atas merupakan bentuk bagaimana otoritas keilmuan tak lagi dihargai, baik ilmu agama maupun sains, dan ironisnya hal itu dilakukan dengan "bungkusan agama". Padahal Allah berfirman: "Tanyakanlah kepada ahli ilmu apabila engkau tak mengetahui
Tak mungkin para ulama berfatwa tanpa pemahaman agama yang kuat. Mesir, Saudi Arabia, Kuwait, diantara negara-negara yang lebih dahulu mengeluarkan fatwa berkaitan dengan ibadah jumat selama wabah corona berlangsung. Mereka berfatwa dengan ilmu, ratusan hadits mereka hafal. Tak perlu ditanya mengenai hafalan Quran mereka, jangankan ulama, disana orang "biasa" hafal Quran bukan hal "luar biasa".
Para ulama sangat paham bagaimana "himayatun nafs" yang merupakan salah satu "maqashid" syariah. Malu kita kalo bandingkan ilmu kita dengan mereka. Jangankan 30 juz, juz 30 saja mungkin kita tak hafal. Jangankan hafal ratusan hadits, hadit "innamal a'malu binniyyat ... " saja mungkin kita tak hafal. Begitu juga dengan para ulama di MUI yang tak diragukan keilmuannya
Atau masih ada yang mengatakan "kita tidak mengikuti ulama, tapi kita mengikuti Quran dan Sunnah". Kalimat ini pun sangat manis, tapi apakah para ulama itu tidak mengikuti Quran dan Sunnah?. Siapa yang lebih paham dengan Quran dan Sunnah? kita ataukah para ulama itu yang jelas sanad keilmuannya? ..
Para ulama berfatwa berlandaskan pada pengetahuan mendalam mereka terhadap agama setelah mendengarkan ahli virus corona. Maka merendahkan fatwa mereka dapat dimaknai penegasian terhadap otoritas keilmuan agama dan sains sekaligus.
Perlu diingat, Baginda Nabi pernah bertutur: 
إذا وسد الأمر الی غیر اهله فانتظر الساعةعصمنا الله و إیاکم بطاعته ..
"Jika suatu perkara diserahkan kepada bukan ahlinya, nantikanlah kebinasaan yang akan datang."

Wednesday, May 6, 2020

Cara Shutdown Komputer Yang Benar

Cara Shutdown Komputer Yang Benar

Cara Shutdown Komputer Yang Benar
Dalam mengoperasikan komputer, sebagian orang yang mungkin baru mengenal komputer seringkali melakukan kesalahan dalam pengoperasiannya. Salah satu kesalahan mereka adalah pada saat ingin mematikan komputer tersebut. Tahukah anda bahwa dalam mematikan komputer ada prosedurnya tersendiri? jadi bukan sekedar ceplak-ceplek tombol yang ada sehingga part-part komputer tersebut tidak cepat mengalami kerusakan.

Istilah mematikan komputer dalam bahasa komputernya disebut "Shutdown". Ada 2 cara mematikan komputer melalui progam atau perintah yang ada pada windows, jadi kita tidak perlu menekan tombol fisik yang ada pada CPU.

Langkah pertama yaitu : klik tombol "Start", kemudian klik tombol "Shutdown"
Adapun cara kedua yakni mematikan komputer melalui shortcut pada keyboard, caranya dengan menakan tombol Alt + F4 secara bersamaan, kemudian pilih opsi yang diinginkan setelah itu klik "OK".
Namun ada "Hal-hal yang harus anda perhatikan sebelum mematikan komputer anda", hal ini perlu kamu lakukan agar proses shutdown komputer itu sendiri berjalan lancar tanpa kendala.

1. Tutup terlebih dahulu semua aplikasi yang digunakan.
2. Jangan lupa menyimpan terlebih dahulu pekerjaan anda sebelum komputer dimatikan.
3. Reject terlebih dahulu flashdisk yang tertancap, jika ada.

Jika sudah, anda bisa langsung mematikan komputer anda dengan tenang. Sekian ilmu kecil ini, semoga bermanfaat untuk digunakan dalam keseharian kita didepan komputer. Terimakasih :)
Apa Itu "Social Engineering" ?

Apa Itu "Social Engineering" ?

Apa Itu "Social Engineering" ?

Apa itu " Social Engineering???

Sebulan lalu saya mengantar Isteri ke sebuah gerai ATM Kantor cabang Bank langganan kami di Cinere untuk mengambil Uang. Setiba di tempat tujuan, ia turun terlebih dahulu sementara saya memarkir Mobil.

Ketika saya menyusulnya masuk kedalam gerai ATM, saya lihat isteri saya tengah bercakap dengan dua orang lelaki yg tidak kami kenal. Saya menghampiri mereka diam-diam sembari mendengarkan Percakapannya.

Jadi begini bu," ujar salah Seorang diantaranya. "Saya mau transfer Uang ke saudara, namun ATM saya Ketinggalan. Saya cuma minta tolong ibu untuk mentransfer dua juta ke nomor rekening ini dan Uangnya saya ganti sekarang juga, ini sudah saya pegang."

"Wah maaf saya tidak bisa membantu Anda," sahut isteri saya.

"Kenapa bu?," tanya salah seorang diantara mereka dgn nada suara meninggi. "Ibu tidak percaya kepada kami?"

"Ya, saya tidak percaya kepada kalian," sahut saya tegas sembari mendekati Isteri. Kedua orang itu menoleh.

"Bapak siapa? Tak usah campur tangan urusan Orang Pak."

"Dia Isteri saya. Kalian mau apa? Saya tidak percaya kepada kalian dan kalau tetap memaksa, akan saya suruh Orang ramai diluar sana menangkapmu."

Mereka berdua tampak keder, kemudian bergegas keluar & menyengklak Motornya tanpa menoleh lagi.

Hari Selasa kemarin untuk suatu Urusan, saya musti terbang ke Balikpapan. Seperti biasa saya selalu berangkat beberapa jam sebelumnya ke Bandara, untuk menghindari Kemacetan.

Saat saya hendak Check in, Orang yang sedang proses Check in didepan saya tampak agak kebingungan dgn Barang Bawaannya. Cukup banyak sehingga melampaui Batas yang diperkenankan. Ia kemudian menoleh ke arah saya & berkata meminta Bantuan.

"Pak, saya lihat bawaan bapak sedikit," katanya sembari menatap saya. "Bisakah saya menitipkan Kopor saya kepada Bapak?"

Saya langsung menggeleng.

"Maaf Pak, saya tidak bersedia," jawab saya tegas.

"Kenapa pak? Bapak tidak mempercayai saya?"

"Bagaimana saya percaya Bapak, kenal saja tidak. Pun jika ternyata Bagasi bapak itu berisi Barang Berbahaya, nantinya di Manifest terdaftar atas Nama saya. Sayalah yang akan berurusan dengan Polisi, bukan Anda."

"Terus saya harus bagaimana?"

"Itu Masalah Anda, bukan Urusan saya. Lagipula masih ada Solusinya kok, bayar saja Kelebihannya."

Saya lihat Counter Check in sebelah kosong, Petugasnya mengangguk kepada saya. Segera saya bergeser kesana, mengurus Check in dan beranjak masuk ke Lounge.

Ada juga seorang ibu ingin ke toilet dan menitip kan anak nya kepada kita atau bayi.. Jangan kita menerima karena beliau akan membuat alibi bahwa kita telah menculik anak nya dan sudah dg scenario dg bbrp orang... Ibu kok gak mau nolong sebentaar saja sy mau ke toilet masa bayi di bawa2, apa ibu tega kpd saya?.. Nah ketika kita gelagapan tdk mau gak enak dll..

Atau ada yg minta tlg membelikan minum atau butuh uang receh jangan mudah memberi jika tidak kenal, nnt yg minta akan memberikan kita secarik kertas beriisi narkoba.. dan kita di grebek tiba2 jika tdk menuruti Maka kita akan diperas dg sejumlah uang sangat besar

Itulah " Social Engineering ",

Sebuah Teknik untuk Memanipulasi dan Mengarahkan Perilaku Seseorang atau Sekelompok Orang dengan Menggunakan Kekuatan Hipnotik Bahasa, Rasa Rikuh Pekewuh serta Preferensi Pribadi Seseorang Terhadap Suatu Isu.

Sejalan dengan kian berkembangnya Teknologi..., " Teknik Human Engineering " juga merembes kencang dalam Dunia Sosial Media melalui Berita-berita Hoax.

Oleh karena itu jangan heran jika dari Tukang Sampah hingga Orang Berpendidikan sangat Tinggi, bisa Terpengaruh karenanya.

_Semoga Berguna_... Kata kata seperti ini :

"Bapak gak percaya dengan saya ?"

Biasanya kita jadi Sungkan karena takut menghina mereka, lalu kita jawab :

" Bukan begitu...tapi......."

Nah disaat itu, kita Menempatkan Diri Kita Dibawah Mereka.

Harusnya langsung saja menjawab :

"IYA...SAYA GAK PERCAYA KALIAN..." Persis Dalam Cerita Diatas. PENJAHAT Jadi Tahu Kita Bukan Calon Korban Yang Lemah.

SHARE BIAR TIDAK ADA YANG MENJADI KORBAN...!!!