--> 2021 | Artikel Seputar Internet & Teknologi

Wednesday, March 17, 2021

Ingat !!!...Dalam Kurun Waktu 10 Tahun

Ingat !!!...Dalam Kurun Waktu 10 Tahun

Ingat !!!...Dalam Kurun Waktu 10 Tahun

Mari Kita ulas beberapa sejarah mencengangkan yang akan merubah pola pokir anda.

1. Nokia menolak Android
2. Yahoo menolak Google
Sekarang Nokia Hancur, Android Mendunia, Yahoo di Akuisisi Google

Pelajaran:
1. Berani mengambil Resiko.
2. Sambutlah perubahan.
3. Jika Anda menolak untuk berubah seiring waktu, Anda mungkin binasa.

A static condition means DEATH.

Kisah Lainnya

1. Facebook mengambil alih whatsapp dan instagram.
2. Grab mengambil alih Uber

Pelajaran:
1. Kuatkan Usaha anda maka pesaing Anda akan menjadi sekutu.
2. Raih posisi teratas dan kemudian hilangkan persaingan.
3. Terus berinovasi.

Kisah lainnya

1. Kolonel Sanders mendirikan KFC pada usia 65 tahun.
2. Jack Ma, yang tidak bisa mendapatkan pekerjaan di KFC, sekarang memiliki Alibaba (salah satu perusahaan terbesar di Dunia)

Pelajaran:
1. Usia hanyalah angka
2. Hanya mereka yang terus berusaha yang berhasil

Kisah lainnya:
1. Lamborghini didirikan sebagai hasil balas dendam dari pemilik traktor yang dihina oleh Enzo Ferrari (pendiri Ferrari)

Pelajaran:
1. Jangan pernah meremehkan siapa pun !!
2. Sukses adalah balas dendam terbaik.

Ada Jutaan cerita seperti ini dalam keseharian kita dan lingkungan kita, bahkan anda sendiri mungkin pernah merasakannya, hanya saja tidak berskala besar... tapi percayalah bahwa inti meraih sukses itu bisa kita pelajari dari pengalaman orang-orang yg pernah mengalaminya.

✔️ tetaplah bekerja keras.
✔️ Investasikan waktu Anda dengan bijak.
✔️Jangan takut gagal.

RISK EVERYTHING TO WIN EVERYTHING.
MAN JADDA WAJADA
Kenapa Tidak Pindah Ke Arab Saja? (shared)

Kenapa Tidak Pindah Ke Arab Saja? (shared)

Kenapa Tidak Pindah Ke Arab Saja? (shared)

رسالة من صديق في المملكة العربية السعودية

SEPUCUK SURAT DARI TEMAN DI ARAB SAUDI 😗

Warta islami ~ Saya membuat tulisan ini, bukan untuk merendahkan bangsa saya, Indonesia tercinta.

Bukan pula menyerang negara Arab, khususnya Arab Saudi tempat di mana saya berdomisili saat ini.

Tujuan tulisan singkat saya ini untuk *memberikan wawasan / kesadaran* kepada teman-teman, kakak, dan adik-adik saya dan sesama saudara warga negara Indonesia di mana saja berada.

Agar bisa memilih dan memilah, mana yang bisa dijadikan panutan / pedoman, serta mana pula yang harus diwaspadai.

Harapan saya hanya satu :
Semoga Bangsa Indonesia selalu dirahmati oleh Allah Tuhan Alam Semesta, Pencipta langit dan bumi beserta segala isinya, dan anak-anak bangsa ini - termasuk saya - tidak menjadi bangsa yang inferior (rendah diri), tidak mudah kagum, dan tidak mudah menjadi beo.

Begini, saya melihat *hubungan antara Arab ( khususnya Arab Teluk ), Barat ( khususnya Amerika ), dan Indonesia ( khususnya yang mengagumi Arab ) itu unik, menarik, dan lucu !*

Negara-negara Arab, khususnya Teluk itu “sangat Barat” dan jelas2 pro-Amerika (dan Inggris).

Hampir semua produk2 Barat dari ecek-ecek (semacam restoran fast foods) sampai yg berkelas dan bermerk untuk kalangan berduit, semua ada di kawasan ini.

Mall-mall megah dibangun, a.l., untuk menampung produk-produk Barat tadi.

Warga Arab menjadi konsumen setia karena memang mereka hobi shopping
(bahkan terkadang lalai dengan sembahyang).

Orang-orang Barat juga mendapat “perlakuan spesial” disini, khususnya yang bekerja di sektor industri (gaji tinggi, fasilitas melimpah).

Mayoritas orang-orang Arab juga sangat hormat & inferior (rendah diri) terhadap orang-orang Barat.

Saya sering jalan bareng bersama “kolega bule”-ku ke tempat pameran barang-barang branded tsb, dan mereka menganggap saya adalah “jongosnya”.

*Bagi orang2 Arab, non-bule darimanapun asalnya apapun agama mereka adalah “Kelas Buruh”, sementara org bule, sekere & sebego apapun mereka, beragama atau tidak beragama, dianggap “kelas elit”.*

Mereka baru menaruh rasa hormat, kalau sudah tahu “siapa kita”.

Sejumlah universitas2 beken di Amerika juga membuka cabang di Arab Teluk, selain Saudi, (Georgetown, New York Univ, Texas A & M, Carnegie Melon Univ, dll).

Di bawah bendera King Abdullah Scholarship, Saudi telah mengirim lebih dari 150 ribu warganya untuk belajar di kampus-kampus Barat, khususnya Amerika, Kanada & Eropa (jg Aussie).

Tidak ada satu pun yang disuruh belajar ke Indonesia !
Sementara (sebagian) warga Indonesia memimpikan belajar di Arab Saudi.
Lucunya, para fans/penyembah Arab Saudi dan Arab-Arab lainnya di Indonesia, mereka mati-matian men-tuan-kan Arab, sementara Arab sendiri tidak “menggubris” mereka (penyembah Arab).

Para “cheerleaders/pengidola” Arab ini (para fans Arab di Indonesia),
juga mati2an anti-Barat padahal orang-orang Arab mati-matian membela Barat.

Kita bertutur memakai istilah bahasa mereka (akhi, ukhty, antum, dan berbagai istilah arab lainnya, padahal, mereka merendahkan kita). *Kita seolah gagal faham untuk membedakan antara Islam dan Arab.*
Islam menghargai kita sedangkan Arab menganggap kita ini bangsa budak.

Saya bukan anti-Arab atau anti-Barat karena teman-teman baikku banyak sekali dari “dua dunia” ini.

Saya juga bukan pro-Arab atau pro-Barat. Saya adalah saya yang tetap orang kampungan Jawa.

*Daripada “menjadi Arab” atau “menjadi Barat”, akan lebih baik jika kita menjadi “diri kita sendiri” yang tetap menghargai warisan tradisi dan kebudayaan leluhur kita.*

Itulah orang Saudi, mereka menganggap kecil terhadap orang Indonesia, di hotel, di kantor, bahkan mrk menyangka saya cuma tenaga profesional ecek ecek, mereka tanya gaji, disangka CUMA 2 ribu atau 3 ribu Real. (1 real = 3700)

Waktu saya bilang jumlah gaji saya, mereka baru tahu gaji saya sama dengan orang Amerika atau Inggris, dan mereka tanya kok bisa begitu.

Saya bilang, saya pernah training di Inggris dan di Amerika, dan ternyata gaji saya lebih besar dari gaji dokter Saudi.

Itulah kenyataannya, dan yang menggaji saya perusahaan di Abu Dhabi yang tidak menganggap rendah karyawannya berdasarkan kebangsaan atau Nationality profiling.

Mudah-mudahan pemerintah *tidak mengirim lagi TKI atau TKW sehingga mereka tidak menganggap orang Indonesia bangsa budak.*

Tetapi kirim tenaga terdidik, terutama yang menguasai bahasa Inggris.

Sekali lagi :

Saya bukan anti Arab dan juga bukan anti Barat - saya cuma orang Jawa, Indonesia - yang dipercaya sebagai orang yang bekerja sebagai tenaga ahli yang dibayar berdasarkan keahliannya.

Suatu hari, dan ini bukan untuk menyombongkan diri, saya merasa bangga ketika saya keluar dari sebuah hotel di Jeddah, saya dijemput oleh sopir orang Arab berasal dari Thaif.
Itu kebanggaan saya, karena biasanya yg jadi sopir itu orang Indonesia.

*Mudah-mudahan kita tidak jadi bangsa budak dan budak di antara bangsa lain.*

Belum lama ini sy mengadakan survei dg responden para mahasiswaku (sekitar 100 mahasiswa) yg mayoritas beretnik Arab & Saudi. Survei ini bersifat “confidential” dan identitas mahasiswa tdk diketahui. Salah satu pertanyaan dlm survei adl : *"Agar lebih Islami, apakah masyarakat Muslim non-Arab harus meniru* *& mencontoh masyarakat Arab & menjalankan kebudayaan mereka?”* Jawaban mrk, sekitar *60% bilang “tidak”, 12% bilang “ya”, selebihnya “mungkin” & “tidak tahu”.*

Saya tdk tahu secara pasti apakah jawaban mrk itu ada kaitannya dg “doktrin2” pentingnya menghargai pluralitas budaya, agama, & masyarakat yg selama ini sy “ajarkan” di kelas atau mungkin karena pengaruh pendidikan yg semakin meningkat atau gelombang modernisasi & “internetisasi” yg mewabah di kawasan Arab.

Apapun faktor2nya, yg jelas hasil survei ini “sedikit menggembirakan” (setidaknya buatku), meskipun masih banyak tantangan cukup besar menghadang di depan mata. Bukan suatu hal yg mustahal jika kelak kaum Muslim Arab & Saudi khususnya bisa menjadi lebih maju, terbuka, dan toleran. Dan bukan suatu hal yg mustahal pula jika kelak kaum Muslim Indonesia justru “nyungsep” menjadi umat yg bebal, tertutup, dan intoleran.

Di saat masyarakat Arab mulai lelah dg konflik & kekerasan serta mulai menyadari pentingnya keragaman & hidup bertoleransi, sejumlah kaum Muslim di Indonesia justru menjadi umat intoleran dan anti-kemajemukan…

( Sumanto Al Qurtuby, seorang professor Warga Negara Indonesia, dosen di King Fahd University for Petroleum and Gas, Arab Saudi.)

*silakan share
Faktor Kepribadian Menuju Kesuksesan, Serius?

Faktor Kepribadian Menuju Kesuksesan, Serius?

Apa sih itu sukses?, semua orang punya definisi suksesnya masing-masing. Ada yang suksesnya punya materi dunia, ada yang suksesnya punya materi akhirat atau keduanya. Namun dibalik itu semua ada faktor yang menunjang seseorang itu bisa mencapai kesuksesan yang dia cita-citakan.

Apa faktornya? kerja keraskah? takdirkah?, sebenernya itu bukan faktor melainkan effort saja. Karena kalau sukses berpedoman pada kerja keras saja, seharusnya seorang kuli adalah yang paling sukses sekarang. Apakah takdir?, no!, dalam kitab agama "Takdir itu tidak bisa diubah" jadi kalau takdir kamu jadi A ya kamu akan jadi A, namun semua bisa berubah karena adanya RAHMAT dari tuhan yang maha esa". Ada yang dulunya tidak punya bisa jadi orang kaya, ada juga yang dulunya kaya bisa bangkrut. Jadi tak ada pedoman yang absolute tentang perkara ini.
Faktor Kepribadian Menuju Kesuksesan, Serius?
Disini aku akan berbagi ke kalian dan sebagai catatan untuk diri aku sendiri agar bisa mencapai sukses kita masing-masing. Sebelumnya banyak orang yang mengira jika NEM adalah salah satu faktor yang menentukan kesuksesan, namun didalam riset ternyata hal tersebut tidak terlalu berpengaruh terhadap kesuksesan.

Tapi aku akan bagikan 10 faktor yang menentukan kesuksesan seseorang, menurut riset "STANLEY"

1. Kejujuran (being honest with all people)
2. Disiplin Keras (being well-diciplined)
3. Mudah Bergaul (getting along with people)
4. Dukungan Pendamping (having a supportive spouse)
5. Kerja Keras (working harder than most people)
6. Kecintaan pada yang dikerjakan (loving career/business)
7. Kepemimpinan (having strong leadership quality)
8. Kepribadian kompetitif (having a very competitive spirit/personality)
9. Hidup Teratur (being very well-organized)
10. Kemampuan Menjual Ide (having an ability to sell idea/product)

Ternyata, faktor tersebut adalah bagaimana kita bisa berusaha merubah sifat kita menjadi lebih baik dan bernilai plus. Jadi? sudahkan 10 faktor diatas kamu miliki, kalo aku sendiri serius nomor 4 yang paling susah, haha.

By the way, kalau kalian tanya apa sih suksesnya aku ini? sederhana banget jawabanya. "Nikah dan hidup bahagia dengan orang yang aku sayangi", well done haha.

Sedikit cerita inspiratif tentang seorang nelayan dibawah ini.
Alkisah seorang pengusaha yang sedang berlibur di desa nelayan, suatu sore ia mengamati seorang nelayan yang baru saja menepikan perahunya, ia bisa melihat di dalam perahu itu terdapat beberapa ikan tuna.
Penasaran, si pengusaha pun bertanya berapa lama waktu yang diperlukan untuk menangkap ikan-ikan itu, dan si nelayan menjawab bahwa ia hanya butuh beberapa jam untuk menangkapnya. Pengusaha itu kembali bertanya, kenapa ia tidak menambah waktunya dan menangkap lebih banyak ikan yang dijawab oleh nelayan, bahwa hasil tangkapannya sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.
“Lalu apa yang kau lakukan dengan sisa waktumu?” Tanya si pengusaha.
Sambil tersenyum, nelayan itu menjawab, “Bermain dengan anak-anakku, menonton pertandingan bola, beristirahat dengan istriku. Kadang juga aku berjalan-jalan di sekitar desa untuk menemui teman-temanku, bermain gitar dan bernyanyi.”
Dengan tidak sabar, pengusaha itu menyela, “Aku lulusan Harvard dan aku bisa membantumu mendapatkan lebih banyak keuntungan.” Katanya.  Kemudian ia menjelaskan bahwa nelayan itu harus menghabiskan lebih banyak waktu di laut untuk mendapatkan lebih banyak ikan, lalu menjual semua ikannya. Dari keuntungannya ia bisa membeli perahu baru yang lebih besar, dan begitu terus sampai si nelayan mampu membeli lebih dari satu perahu. Ia terus melanjutkan menjelaskan rencananya hingga nelayan itu bisa membuat perusahaannya sendiri.
Karena tidak pernah berpikir seperti itu, maka si nelayan bertanya, “Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk itu?”
“Mungkin sekitar 15-20 tahun.”
“Lalu setelahnya apa?”
Sambil tertawa, pengusaha itu menjawab, “Ini adalah bagian terbaiknya. Kau bisa menjual saham perusahaan dan menjadi sangat kaya. Setelahnya kau bisa pensiun dan menghabiskan waktumu dengan bermain dengan cucu-cucumu, menonton pertandingan sepak bola dan beristirahat siang dengan istrimu. Kau juga bisa berkeliling desa dimana kau bisa bernyanyi dan bermain gitar sesuka hatimu.”
Yang tidak disadari si pengusaha adalah, bahwa nelayan itu sudah mendapatkan itu semua tanpa harus menunggu sampai lima belas atau dua puluh tahun lagi.

See you on the next article guys :)

Wednesday, March 3, 2021

Cara Undang Kucing - Cara Biar Kamu Tahu Dia Berasal Dari Mana (sht post)

Cara Undang Kucing - Cara Biar Kamu Tahu Dia Berasal Dari Mana (sht post)

Oke ngab, di shitpost ini saya mau berbagi tentang cara mengundang kucing. Ya sebenernya kita mah klo ngundang kucing pake push push push, gyeh gyeh gyeh begitu kan. Nah ada ini saya lihat ari video buat ngundang kucing dan tau dia dari negara mana. Emang ngga penting sih tapi bisa kalian coba klo mau haha.

Cara ngundang kucing dalam berbagai bahasa :

  • Ceko : ci-ci
  • Lithuania : kats-kats-kats
  • American : kitty-kitty-kitty
  • Belanda : push-push-push
  • Mexi-spanyol : gatito-gatito
  • India : bili-bili-bili
  • Russian : kis-kis-kis
  • Arab : bis-bis-bis
  • Perancis : minou-minou-minou
  • Hungaria : cic-cic-cic
  • Italian : michio-michio-micho
  • Japan : nya-nya-nya
  • German : starden burden harden bart
  • Kazakstan : mysiq-mysiq
  • China : mi-mi-mi
Banyak juga kan versinya, silahkan dicoba ya :)