Israel adalah negara paling kontroversial di bumi ini. Bukan tentang pengakuan secara de jure dan de facto oleh dunia internasional. Tapi karena negara Zionisme ini berdiri di tanah Palestina, mempersulit dan membunuh penduduknya. 15 Mei 1948, atau 2 tahun 9 bulan kurang dua hari setelah Indonesia merdeka, Israel berdiri.
Dunia Islam khususnya negara-negara Arab terkejut dengan kejadian ini. Presiden Israel Chaim Weizmann (memerintah 1948-1952) dan Perdana Menteri David Ben-Gurion (memerintah 1948-1954) menjadi dua orang tertinggi pertama yang memerintah Israel. Negara-negara Arab dengan kemampuan militer mereka yakin pendirian Israel bisa dicegah.
![]() |
| Sumber gambar : timesofisrael.com, Keterangan : Yahudi Ultra-Ortodoks membakar bendera Israel di Yerusalem pada 13 Mei 2017 selama Perayaan Lag B'Omer |
Sehari kemudian tanpa aba-aba atau musyawarah dulu, mereka bersatu menyatakan perang melawan Israel yang masih berumur sehari. Perang Arab-Israel I yang selesai tahun 1949 itu dimenangkan Israel. Wilayah Israel bertambah luas dibanding wilayah yang "diberikan" oleh Inggris. Dengan keuangan berlimpah dan memanfaatkan warisan peralatan tempur Inggris yang ada, Inggris keluar sebagai juara.
Irak, Suriah, Mesir, Lebanon, dan Yordania yang melawannya pun harus menerima kenyataan pahit. Orang-orang Palestina mengalami penderitaan yang lebih pahit sejak penguasaan Inggris tahun 1917 setelah Inggris merampas Palestina dari Kesultanan Utsmaniyah (1299-1922). Kelakuan Israel yang mengalirkan sebagian besar dua sungai untuk penduduknya berdampak buruk bagi penduduk Yordania dan Lebanon membuat hubungan tiga negara ini makin panas.
Terlebih Israel membantai ribuan penduduk desa as-Samu di Yordania dengan tuduhan Yordania menyiapkan ranjau untuk membunuh tentara Israel. Israel berhasil mengirim agen Mossad terbaik bernama Eliyahu Ben-Shaul Cohen alias Eli Cohen (1924-1965) untuk memata-matai pemerintahan Suriah. Betapa kesalnya Suriah karena pria yang memakai identitas palsu dengan nama Kamel Amin Thaabet dari Afghanistan berhasil menyusup ke pemerintahan Suriah tahun 1961-1965.
Suriah pun menggantung sang mata-mata di Damaskus menyebabkan hubungan Suriah dan Israel makin tegang. Mesir juga makin kesal pada Israel karena seorang agen intelijen Mesir bernama Refaat Ali Suleiman al-Ghammal alias jack Beton (1927-1982) justru berkhianat dan membocorkan rahasia militer Mesir pada negara Zionisme.
Presiden Gamal Abdul Nasser (memerintah 1956-1970) memerintahkan untuk menambah jumlah tentara dan peralatan tempur di Semenanjung Sinai membuat Israel makin waspada. Mesir juga menggunakan dua pulau milik Arab saudi sebagai pangkalan militernya di Selat Tiran dan menutup selat ini dari semua kapal Israel.
Perang 6 Hari (5-11 Juni 1967) pun pecah dimulai oleh Israel yang menyerang basis militer Mesir di Semenanjung Sinai. Negara-negara Arab lainnya pun ikut membela Mesir. Setelah Israel memaksa semua negara Arab menahan militer mereka, Suriah tampil gagah berani berduel melawan negara berlambang bintang Daud itu.
Israel hampir kalah dan Suriah dipaksa oleh PBB untuk berdamai. Israel dinyatakan sebagai pemenang perang itu. Wilayah Israel bertambah 3 kali lipat. Perang Arab-Israel yang tak kalah mengerikannya adalah Perang Yom Kippur yang terjadi pada Ramadhan 1394 H (Oktober 1973). Sekali lagi, Israel berhasil mengalahkan Suriah dan sekutunya.
![]() |
| Sumber gambar : me.me, Keterangan : Jawaban Raja Faisal dari Arab Saudi yang memboikot minyak saat diancam oleh AS pasca Perang Yom Kippur |
Pertanyaannya adalah mengapa negara-negara Arab yang memiliki jumlah tentara dan peralatan tempur yang banyak justru bisa dikalahkan oleh Israel?
Adakah ayat-ayat suci Alquran yang menyatakan kemenangan Israel melawan negara-negara Arab?
1. Jumlah personel yang banyak bisa menyombongkan orang-orang Islam
Di zaman Rasulullah, ada Perang Hunain. Sebuah perang yang diikuti oleh 10 ribu Muslim pimpinan Rasulullah melawan orang-orang badui berjumlah sedikit di Hunain. Hampir saja perang ini dimenangkan oleh orang-orang badui itu karena banyak Muslim yang lari ketakutan dari medan perang.
Allah Ta'ala berfirman,
"Sungguh, Allah telah menolong kamu di banyak medan perang, dan (ingatlah) Perang Hunain, ketika jumlahmu yang besar itu membanggakan kamu, tetapi (jumlah yang banyak itu) sama sekali tak berguna bagimu, dan bumi yang luas itu terasa sempit bagimu, kemudian kamu berbalik ke belakang dan lari tunggang-langgang. Kemudian Allah menurunkan ketenangan kepada Rasul-Nya dan kepada orang-orang beriman, dan Dia menurunkan bala tentara (para malaikat) yang tidak terlihat olehmu, dan Dia menimpakan azab kepada orang-orang kafir. Itulah balasan bagi orang-orang kafir" [QS. At-Taubah (9) : 25-26]
Jumlah tentara yang banyak dan peralatan tempur yang hebat juga membanggakan Wazir Agung Kara Mustafa Pasha (memerintah 1676-1683).
Dia sangat yakin bahwa kota Wina di Austria bisa ditaklukan oleh tentara Islam. Apalagi dia memimpin 100 ribu tentara Ottoman dan dibantu 30 ribu tentara Krimea Khanate (1449-1783) pimpinan Khan Murad Giray (memerintah 1678-1683) dari Asia Tengah.
Namun siapa sangka 10 ribu tentara Austria mendapatkan bantuan dari 70 ribu tentara Polandia-Lithuania yang dipimpin oleh Raja John III Sobieski. Pertempuran Wina (11-12 September 1683) pun pecah dan dimenangkan oleh tentara Kristen yang berjumlah lebih sedikit.
2. Atas kuasa Allah, yang sedikit bisa mengalahkan yang banyak
Apakah Anda ingat kisah Nabi Daud mengalahkan raja Jalut yang perkasa?
Dipimpin oleh Raja Talut, orang-orang Bani Israil yang berjumlah sedikit mampu mengalahkan pasukan Raja Jalut yang berjumlah lebih banyak. Nabi Daud pun berhasil dan membunuh raja Jalut yang bertubuh lebih kuat, tinggi, dan besar. Kisah ini diabadikan dalam firman-Nya.
Maka ketika Talut membawa bala tentaranya, dia berkata, "Allah akan menguji kamu dengan sebuah sungai. Maka barangsiapa meminumnya (air sungai), dia bukanlah pengikutnya. Dan barangsiapa tidak meminumnya, maka dia adalah pengikutku kecuali menciduk seciduk dengan tangan". Tetapi mereka meminumnya kecuali sebagian sebagian kecil di antara mereka. Ketika dia (Talut) dan orang-orang beriman bersamanya menyeberangi sungai itu, mereka berkata, "Kami tidak kuat lagi pada hari ini melawan Jalut dan bala tentaranya". Mereka yang menyakini bahwa mereka akan menemui Allah berkata, "Betapa banyak kelompok kecil mengalahkan kelompok besar dengan izin Allah". Dan Allah beserta orang-orang sabar. [QS. Al-Baqarah (2) : 249]
Mungkin itu mengapa beberapa literatur non Muslim juga menggambarkan Perang Arab-Israel bagaikan perang melawan Goliath.
3. Allah lebihkan orang-orang Bani Israil
"Wahai Bani Israil! Ingatlah nikmat-Ku yang telah Aku berikan kepadamu dan Aku telah melebihkan kamu dari semua umat yang lain di alam ini (pada masa itu)" [QS. Al-Baqarah (2) : 122]
4. Kekayaan menolong Israel
Sepertinya kekayaan dan kecerdasan orang-orang Yahudi tidak perlu kita ragukan lagi. Anda harus tahu bahwa dari semua etnis Yahudi di bumi, ada satu etnis Yahudi yang paling cerdas, paling kaya, dan paling berpengaruh. Etnis itu adalah Yahudi Ashkenazi yang tinggal di negara-negara Eropa berbahasa Jerman.
Soal kekayaan, bangkir Yahudi Jerman bernama Rothschild adalah orang terkaya melebihi para kaisar, para raja, para bangsawan, dan para pangeran di Eropa. Dengan kekayaan sebanyak itu, dinasti Rothschild bisa memaksa Jerman, Inggris, dan Perancis untuk mengikuti keinginannya. Tiga organisasi terlarang seperti Iluminati, Freemasonry, dan Zionisme juga bisa besar karena dibiayai oleh dinasti tersebut.
Jangan lupa, salah satu ideologi sesat yaitu komunisme juga didirikan oleh Yahudi Ashkenazi. Komunisme didirikan oleh Karl Marx dari Jerman dan Zionisme didirikan oleh Theodor Herzl dari Austria. Mereka adalah Yahudi Ashkenazi. Fisikawan terkenal bernama Albert Einstein pun dari kalangan Yahudi Askenazi.
Jangan heran dan tak usah malu jika mereka lebih kaya dan cerdas. Ini sesuai firman-Nya lagi.
"Kemudian Kami berikan kepadamu giliran untuk mengalahkan mereka, Kami membantumu dengan harta kekayaan dan anak-anak dan Kami jadikan kamu kelompok yang lebih besar" [QS. Al-Isra (17) : 6]
"Kehidupan dunia dijadikan terasa indah dalam pandangan orang-orang kafir dan mereka menghina orang-orang beriman. Padahal orang-orang yang bertakwa itu berada di atas mereka pada hari kiamat. Dan Allah memberi rezeki kepada orang yang Dia kehendaki tanpa perhitungan" [QS. Al-Baqarah (2) : 122]
Israel pasti kalah dan lenyap sesuai kehendak-Nya dalam Surah Al-Isra ayat 7.


No comments:
Post a Comment