Suriah adalah sebuah negara Arab yang sedang dilanda perang akibat banyak teroris Wahabi atas dukungan asing untuk menggulingkan pemerintahan Presiden Bashar al-Asad. Dimulai dengan para pendemo yang menembak 4 polisi Suriah, konflik berdarah ini terus berlangsung tanpa memperhatikan kemanusiaan.
Seperti konflik berdarah pada umumnya, nyawa manusia juga tak berharga di Suriah. Banyak kalangan melaporkan bahwa perang di Suriah bukanlah perang antara Sunni vs Syiah seperti yang dipropagandakan situs-situs teroris Wahabi.
Tapi ini terkait dengan perebutan geopolitik di Timur Tengah. Mereka yang terlibat tidak beradu dalam perang terbuka seperi Perang Turki-Rusia abad ke-18 dan 19. Mereka sengaja membantu sekutu mereka untuk melawan sekutu musuh mereka.
![]() |
| Sumber gambar : nytimes.com, Keterangan : Dua bayi Suriah dibawa oleh dua pria |
Dikutip dari situs TIME (17/2), berikut 5 pertempuran proxy yang mempersulit Suriah untuk hidup damai dan tenang.
1. Israel vs Iran
Israel dan Iran saling membenci sejak Iran lepas dari kekuasaan Dinasti Pahlevi (1925-1979). Seperti Indonesia, Iran memandang Israel sebagai penjajah. Melalui Yordania, pesawat tak berawak Iran meluncur menuju Israel dan negeri Zionis itu berhasil mencegatnya.
Secara terbuka, Iran mendukung Presiden Bashar al-Asad dan Israel tidak. Israel menggunakan konflik di Suriah untuk memperlemah negara Arab tersebut sehingga tidak menjadi ancaman terberat bagi Israel, terlebih Israel adalah musuh abadi bagi Suriah.
Iran juga pernah mendukung kelompok Hizbulllah untuk melawan Israel dalam Perang Lebanon 2006.
2. Turki vs Kurdi
Turki secara terang-terangan ikut campur dalam konflik di Suriah sejak musim panas 2015. Turki menuduh etnis Kurdi melakukan pemboman di kota perbatasan Suruç padahal ISIS telah mengaku melakukannya.
Memang sejak pemerintahan Mustafa Kemal Ataturk, etnis Kurdi selalu ditekan oleh pemerintah Turki, apalagi jumlah orang-orang Kurdi tak bisa disebut sedikit yaitu sekitar 18% dari total penduduk Turki.
3. AS vs Turki
Sebenarnya mereka adalah sekutu yang dekat sejak Perang Dingin. TIME menyebut bahwa AS melatih dan mempersenjatai puluhan ribu orang Kurdi untuk melawan Turki. Padahal, dua negara ini termasuk sponsor gerakan teroris internasional untuk menghancurkan Suriah, dan Libya.
4. AS vs Rusia
Kala itu, Rusia dipimpin oleh orang-orang komunis dengan membentuk Uni Soviet (1922-1991). Uni Soviet dan AS pun terlibat Perang Dingin karena mereka ingin menajdi negara negara terkuat di bumi. Kini, Rusia mendukung Bashar al-Asad sebagai sekutu utama.
Salah satu alasannya Suriah terbuka bagi angkatan militer Rusia yang menuju ke Laut Tengah. Suriah juga menjadi semacam tameng Rusia untuk bertarung melawan musuhnya di Timur Tengah. Sementara AS memandang Suriah adalah musuh utama karena sikap Suriah terlalu keras pada Israel.
Apalagi, Suriah adalah sekutu bagi Iran dan Rusia.
5. Sekulerisme dan Islamisme
Sekulerisme adalah ideologi yang memisahkan negara dengan agama. Dengan kata lain, ideologi ini seolah tak mau hukum agam diterapkan di negara. Turki, Suriah, AS, dan Rusia adalah negara-negara sekuler. Sementara Arab Saudi, Iran, Uni Emirat Arab, dan Qatar adalah negara-negara yang mengaku Islami.
Kenyataannya, cuma Iran yang dihuni oleh mayoritas Syiah sedangkan tiga negara Arab terkaya justru dikuasai oleh orang-orang Wahabi. Meski sekuler, Suriah berbeda dengan Turki. Jika Turki pro Israel dengan membuka hubungan diplomatik dan perdagangan, Suriah justru sangat membenci Israel.
Sebenarnya, kelompok-kelompok teroris seperti ISIS dan Al-Qaeda bukanlah Mujahidin seperti yang dipropagandakan banyak orang. Mereka adalah khawarij yang selalu mengkafirkan dan membunuh banyak Muslim. Mereka lebih suka menghancurkan Iran, Irak, Suriah, Yaman, Libya, dan negaranegara Muslim lainnya daripada melihat Israel hancur.
Kapankah kita hidup damai???

No comments:
Post a Comment