--> Subhanallah, Inilah Peristiwa-peristiwa Besar yang Membuktikan Kebenaran Rasulullah saat Beliau Masih Hidup | Artikel Seputar Internet & Teknologi

Sunday, February 6, 2022

Subhanallah, Inilah Peristiwa-peristiwa Besar yang Membuktikan Kebenaran Rasulullah saat Beliau Masih Hidup

| Sunday, February 6, 2022
Muhammad bin Abdullah bin Abdul Muthalib صل الله عليه وسلم adalah nabi dan rasul terakhir yang diutus oleh Allah kepada umat manusia.

"Dan Kami tidak mengutus seorang rasul pun sebelum engkau (Nabi Muhammad صل الله عليه وسلم) melainkan Kami wahyukan kepadanya bahwa tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Aku maka sembahlah Aku" [QS. Al-Anbiya (21) : 25]

Seperti para nabi dan rasul sebelumnya, Nabi Muhammad صل الله عليه وسلم selalu didustakan oleh orang-orang kafir sampai detik ini.
Sumber gambar : islamidia.com, Keterangan : Anak kecil yang sedang belajar khaligrafi di tembok
Allah Ta'ala berfirman,

"Alif laaam roo. (Inilah) kitab yang ayat-ayatnya disusun dengan rapi, kemudian dijelaskan secara terperinci, (yang diturunkan) dari sisi (Allah) Yang Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui agar kamu tidak menyembah selain Allah. Sesungguhnya aku (Nabi Muhammad صل الله عليه وسلم) adalah pemberi peringatan dan pembawa berita gembira dari-Nya untukmu, dan hendaklah kamu memohon ampunan kepada tuhanmu dan bertaubat kepada-Nya, niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik kepadamu sampai waktu yang ditentukan. Dan Dia akan memberikan karunia-Nya kepada setiap orang yang berbuat baik. Dan jika kamu berpaling, maka sungguh aku takut kamu akan ditimpa azab pada hari yang besar (kiamat)" [QS. Hud (11) : 1-3]

Dimulai di kota suci Makkah, Islam disebarkan oleh Nabi Muhammad صل الله عليه وسلم dengan mengajak istri, keluarga, dan saudara-saudaranya juga para sahabat terdekatnya.

Berdasarkan firman Allah ini,
"Wahai orang yang berselimut! Bangunlah, lalu berilah peringatan! dan agungkanlah Tuhanmu, dan bersihkanlah pakaianmu, dan tinggalkanlah segala (perbuatan) yang keji, dan janganlah engkau (Muhammad) memberi (dengan maksud) memperoleh (balasan) yang lebih banyak. Dan karena Tuhanmu, bersabarlah" [QS. Al-Muddassir (74) : 1-7]

Istri beliau yaitu Khadijah binti Walid رضي الله عنها adalah wanita dewasa pertama yang masuk Islam sedangkan semua putri beliau adalah para gadis pertama yang menerima Islam. Ali bin Abi Thalib رضي الله عنه juga masuk Islam menjadikannya sebagai remaja pertama yang menerima Islam sebagai agamanya.

Satu per satu orang-orang terdekat Rasulullah صل الله عليه وسلم yang lain pun masuk Islam. Mereka termasuk Abu Bakar ash-Shidiq dan Utsman bin Affan رضي الله عنهم adalah orang-orang pertama yang masuk Islam.

Allah pun berfirman agar Rasulullah صل الله عليه وسلم menyebarkan Islam secara lebih luas dan terang-terangan

"Wahai orang yang berselimut (Muhammad)!. Bangunlah (untuk shalat) pada malam hari, kecuali sebagian kecil, (yaitu) separuhnya atau kurang sedikit dari itu, atau lebih dari (seperdua) itu, dan bacalah Alquran itu dengan perlahan-lahan. Sungguh Kami akan menurunkan perkataan yang berat kepadamu. Sunggu, bangun malam itu lebih kuat (mengisi jiwa); dan (bacaan di waktu itu) lebih berkesan. Sesungguhnya pada siang hari engkau sangat sibuk dengan urusan-urusan yang panjang. Dan sebutlah nama Tuhanmu dan beribadahlah kepada-Nya dengan sepenuh hati. (Dialah) Tuhan timur dan barat, tidak ada tuhan selain Dia, maka jadikanlah Dia sebagai pelindung. Dan bersabarlah (Muhammad) terhadap apa yang mereka katakan dan tinggalkanlah mereka dengan cara yang baik. Dan biarkanlah Aku 9yang bertindak) terhadap orang-orang yang mendustakan, yang memiliki segala kenikmatan hidup, dan berilah mereka penangguhan sebentar" [QS. Al-Muzammil (73) : 1-11]

Orang-orang kafir yang menyembah berhala mulai menunjukkan reaksi negatif mereka. Celaan, hinaan, caci maki, dan tindakan-tindakan buruk mereka diarahkan kepada Rasulullah صل الله عليه وسلم 

Sebagaimana para nabi dan rasul yang lain, cobaan-cobaan terberat yang dialami oleh Rasulullah صل الله عليه وسلم berasal dari orang-orang yang diajak beliau untuk menyembah Allah dan berbuat baik dalam hidup ini. 

Allah Ta'ala berfirman,

"Dan semua kisah para rasul, Kami ceritakan kepadamu (Nabi Muhammad صل الله عليه وسلم) agar dengan kisah itu Kami teguhkan hatimu; dan di dalamnya telah diberikan kepadamu (segala) kebenaran, nasihat, dan peringatan bagi orang yang beriman" [QS. Hud (11) : 120]

Namun tahukah Anda bahwa ada banyak peristiwa yang terjadi di dunia ini dan membuktikan bahwa Muhammad bin Abdullah bin Abdul Muthalib صل الله عليه وسلم adalah benar-benar pilihan-Nya?

Peristiwa apa saja yang terjadi hingga kita bisa mengambil kesimpulan bahwa Allah Yang Maha Esa dan Nabi Muhammad صل الله عليه وسلم adalah manusia pilihan-Nya?

1. Penaklukan kota suci Makkah

Makkah al-Mukarromah adalah tempat Nabi Muhammad صل الله عليه وسلم  dilahirkan oleh ibu beliau, Aminah binti Wahab رضي الله عنها. Kota inilah yang menjadi saksi betapa beratnya perjuangan beliau mengajak penduduknya untuk memeluk Islam.

Rasulullah, keluarga, dan para pengikutnya رضي الله عنهم berhijrah ke kota suci Madinah al-Munawaroh. Di kota ini, Islam disambut hangat oleh penduduknya. Mereka dikenal sebagai kaum Anshar (para penolong) dan orang-orang Islam dari Makkah disebut kaum Muhajirin (para pendatang).

Suatu ketika Rasulullah bermimpi bahwa beliau dan semua orang beriman akan memasuki kota suci Makkah secara damai. Rasulullah bermimpi setelah Perjanjian Hudaibiyah disepakati di bawah pohon.

Perjanjian Hudaibiyah merupakan perjanjian damai selama 10 tahun antara orang-orang beriman yang dipimpin oleh Rasulullah dengan orang-orang kafir yang dipimpin oleh Abu Sufyan.

Allah mengabadikan perjanjian ini dalam kitab-Nya yang suci.

"Bahwa orang-orang yang berjanji setia kepadamu (Nabi Muhammad صل الله عليه وسلم), sesungguhnya mereka hanya berjanji setia kepada Allah. Tangan Allah di atas tangan mereka, maka barangsiapa yang melanggar janji, maka sesungguhnya dia melanggar janji atas (janji) sendiri; dan barangsiapa menepati janji kepada Allah, maka Dia akan memberinya pahala yang besar" [QS. Al-Fath (48) : 10]

"Sungguh, Allah telah meridai orang-orang beriman ketika mereka berjanji setia kepadamu (Nabi Muhammad صل الله عليه وسلم) di bawah pohon, Dia mengetahui apa yang ada dalam hati mereka, lalu Dia memberikan ketenangan atas mereka dan memberi balasan  dengan kemenangan yang dekat, dan harta rampasan perang yang banyak yang akan mereka peroleh. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana" [QS. Al-Fath (48) : 18-19]

Perjanjian Hudaibiyah juga dibahas dalam Surah At-Taubah ayat 6-12.

Memang secara tertulis, Perjanjian Hudaibiyah merugikan Rasulullah karena orang-orang kafir pimpinan Abu Sufyan tak mengakui kerasulan Muhammad صل الله عليه وسلم.

Namun selama setahun, mimpi Rasulullah صل الله عليه وسلم belum terbukti menyebabkan orang-orang munafik dan kafir menertawakan Rasulullah صل الله عليه وسلم dan orang-orang beriman. Di kota suci Makkah, ada orang-orang beriman yang tidak bisa berhijrah ke tanah suci Madinah. Ini dijelaskan-Nya dalam Surah al-Fath ayat 25.

Ya andai mimpi Rasulullah صل الله عليه وسلم terbukti saat itu juga, bisa jadi orang-orang beriman di tanah suci Makkah akan dibunuh oleh orang-orang Islam dari Madinah karena menganggap mereka bukan Muslim.

Turunlah firman Allah dan semua orang beriman di Madinah yang dipimpin oleh Rasulullah memasuki kota suci Makkah secara aman dan damai pada tanggal 8 Ramadhan 8 Hijriyah (1 Januari 632).

"Sungguh Allah akan membuktikan kepada Rasul-Nya tentang kebenaran mimpinya bahwa kamu pasti akan memasuki Masjidil Haram, jika Allah menghendaki dalam keadaan aman, dengan mengunduli rambut kepala dan memendekkannya, sedang kamu tidak merasa takut. Maka Allah mengetahui apa yang tidak kamu ketahui, dan selain itu Dia telah memberikan kemenangan yang dekat" [QS. Al-Fath (48) : 27]

2. Kekalahan Yahudi
Yahudi merupakan sebuah bangsa dan agama yang berasal dari keturunan Nabi Yakub bin Nabi Ishak عليه سلم. Mereka memiliki banyak nabi dan rasul seperti Nabi Yusuf, Nabi Musa, Nabi Harun, Nabi Zakaria, Nabi Yahya, dan Nabi Isa عليهم سلم.

Namun sebagian besar di antara mereka menolak ajakan nabi dan rasul. Bahkan sebagian nabi dan rasul dibunuh oleh mereka. Setelah dikalahkan dan diusir oleh bangsa Romawi abad pertama dan kedua masehi, orang-orang Yahudi tinggal di Semenanjung Arab termasuk di Madinah.

Meski mereka menyetujui perjanjian damai dengan Umat Islam, orang-orang Yahudi pula yang berkhianat dan memerangi Umat Islam. Jauh sebelum Rasulullah صل الله عليه وسلم menyebarkan Islam di Madinah, beliau menerima wahyu bahwa orang-orang beriman akan mengalahkan orang-orang Yahudi yang melakukan kejahatan.

Allah berfirman,

Dan Kami tetapkan terhadap Bani Israil dalam Kitab itu, "Kamu pasti akan berbuat kerusakan di bumi ini dua kali dan pasti kamu akan menyombongkan diri dengan kesombongan yang besar". Maka apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) yang pertama dari kedua (kejahatan) itu, Kami datangkan kepadamu hamba-hamba Kami yang perkasa, lalu mereka merajalela di kampung-kampung. Dan itulah ketetapan yang pasti terlaksana" [QS Al-Isra (17) : 5]

Orang-orang Yahudi di Madinah mengkhianati perjanjian damai dengan Rasulullah صل الله عليه وسلم. Mereka pula yang melecehkan wanita Muslimah, mencaci maki, dan mereka ikut memerangi Umat Islam seperti Perang Ahzab. Mereka juga berambisi membunuh Rasulullah صل الله عليه وسلم.

Dengan kelakuan mereka, maka terjadilah seperti yang disebut dalam ayat di atas. Mengapa Israel selalu memenangkan Perang Arab-Israel (1948-1949), Perang 6 Hari (5-11 Juni 1967), dan Perang Yom Kippur (Oktober 1973)? Jawabannya ada di Surah al-Isra ayat 6.

3. Abu Lahab Dan Istrinya Mati Kafir
Abu Lahab adalah salah satu paman Rasulullah صل الله عليه وسلم dan dia bersama istrinya tidak mau memeluk Islam. Mereka berdua melakukan segala cara agar Islamisasi berhenti. Allah menyatakan bahwa mereka akan menjadi penghuni neraka.

Allah berfirman,

"Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan benar-benar binasa dia! Tidaklah berguna baginya hartanya dan apa yang dia usahakan. Kelak dia akan masuk ke dalam apa yang bergejolak (neraka). Dan (begitulah pula) istrinya, pembawa kayu bakar (penyebar fitnah). Di lehernya ada tali dari sabut yang dipintal" [QS. Al-Lahab (111) : 1-5]

Apa jadinya ya jika Abu Lahab dan istrinya masuk Islam? Jelaslah Alquran pasti yang salah. Tapi kehendak-Nya terbukti bahwa mereka berdua tidak beriman.

4. Islam Tersebar Luas
Rasulullah صل الله عليه وسلم dan orang-orang beriman bersusah payah menjaga dan membela kalimat-Nya dengan diri, harta dan apapun yang mereka punya. Allah menghendaki Islam tersebar luas dan Surah Al-kautsar pun turun di kota suci Makkah.

"Sungguh, Kami telah memberimu nikmat yang banyak. Maka laksanakanlah shalat karena Tuhanmu, dan berkurbanlah (sebagai ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah). Sungguh orang-orang yang membencimu dialah yang terputus (dari rahmat Allah)" [QS. Al-Kautsar (108) : 1-3]

Keberhasilan para alim Ulama yang mengislamkan penduduk Nusantara merupakan kebenaran Surah Al-Kautsar juga. Detik ini, Islam menjadi agama dengan jumlah pemeluk yang bertambah paling cepat dibanding agama-agama lainnya.

Ini sudah ditentukan-Nya seperti tertulis dalam ayat suci ini.

"Mereka hendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, tetapi Allah menolaknya, malah berkehendak menyempurnakan cahaya-Nya, walaupun orang-orang kafir tak menyukai. Dia yang telah mengutus Rasul-Nya dengan petunjuk (Alquran) dan agama yang benar untuk diunggulkan atas segala agama walaupun orang-orang musyrik tidak menyukai" [QS. At-Taubah (9) : 32-33]

 صدق الله العظيم صدق رسوكريم
(Benarlah Allah Yang Maha agung, benarlah Rasulullah yang mulia)

Kita sebagai Muslim wajib bersyukur karena menjadi pengikut Nabi Muhammad صل الله عليه وسلم.

Related Posts

No comments: