Arab Saudi merupakan negara yang diharapkan banyak Muslim sebagai pahlawan yang akan membebaskan Palestina dari Israel. Negara yang dipimpin oleh Raja Salman al-Saud ini memiliki kekuatan militer terkuat bila dibandingkan negara-negara tetangganya seperti Qatar, Uni Emirat Arab, Kuwait, dan Bahrain. Terlebih Arab Saudi telah meningkatkan anggaran militer sejak Perang "Sipil" Suriah pecah sejak Maret 2011 yang lalu.
Situs Global Fire Power menyebut militer Arab Saudi adalah negara paling kuat ke-24 pada 2017, masih di bawah Iran yang berada di no. 21 apalagi Israel di no. 15 sedangkan militer Indonesia menjadi negara terkuat no. 14.
![]() |
| Sumber gambar : time.com, Keterangan : Raja Salman al-Saud |
2014 yang lalu, Arab Saudi mencatatkan namanya menjadi negara yang mengeluarkan dana terbesar kelima dunia untuk keperluan militernya. 17% anggaran dinaikkan menjadikannya sebagai anggaran terbesar yang dikeluarkan oleh negara berkembang seperti Arab Saudi sebagaimana dikutip dari Stockholm International Peace Research Institute.
Menurut beberapa media, raja Arab Saudi kala itu, Abdullah al-Saud, sengaja menaikkan kekuatan militernya untuk menghadapi kelompok Houti di Yaman, tetangga selatan negara beribukota Riyadh itu. Situs Deutsche Welle, menyebut anggaran militer Arab Saudi terbesar ketiga dunia setelah AS dan Cina.
AS mengeluarkan US$ 581 miliar, Cina mengeluarkan US$ 129 miliar, dan US$ 81 miliar dikeluarkan oleh Arab Saudi. Jumlah dana untuk keperluan militer yang dikeluarkan pihak kerajaan lebih besar dari semua negara Eropa. Rusia dan Inggris yang terkuat di kawasan Eropa saja "cuma" mengeluarkan dana sebesar US$ 70 miliar dan US$ 62 miliar.
Di website yang sama menyebutkan Arab Saudi memiliki lebih dari 7 ribu kendaraan lapis baja dan sekitar 230 ribu tentara. Sebagai negara yang menguasai dua kota suci Islam, Arab Saudi tentu menjadi harapan bagi banyak Muslim untuk menyerang Israel demi membebaskan Palestina.
Banyak Muslim juga ingin Arab Saudi segera menyatakan perang pada Iran si negara Syiah yang dicap oleh mereka sesat dan lebih berbahaya daripada AS dan Israel. Mengesampingkan permusuhan Iran dan Arab Saudi, mungkin di antara kita bertanya-tanya mengapa Israel tidak pernah diserang Arab Saudi?
Berikut ulasannya berdasarkan sumber terpercaya :
1. Arab Saudi Terlalu Berlindung Pada AS Padahal AS Adalah Pelindung Utama Israel Di Timur Tengah
Bukan rahasia lagi jika tiga negara ini memainkan peran di Timur Tengah. AS adalah penghubung Arab Saudi dan Israel. AS merupakan negara pertama yang mengakui pendirian Israel sedangkan Arab Saudi adalah negara Arab pertama yang memiliki pangkalan militer AS. AS sengaja menggunakan pangkalan militernya untuk mencengkeram Timur Tengah dan pangkalan AS di Arab Saudi pernah digunakan untuk menghancurkan Irak.
Sementara Arab Saudi sengaja berlindung pada AS karena untuk melindungi dirinya dari berbagai ancaman terhadap kekuasaan Bani Saud.
2. Arab Saudi Dan Israel Memiliki Ideologi Yang Berbeda Tapi Sama-sama Ideologi Paling Mengerikan Di Timur Tengah
Mereka memang beda bangsa dan beda pula agama mayoritas yang dianut. Tapi mereka mempunyai ideologi kejam yang sama. Arab Saudi memakai Wahabisme sebagai ideologi negara sedangkan Zionisme dipakai oleh Israel.
Wahabisme merupakan ideologi setan yang diciptakan oleh Muhammad bin Abdul Wahhab at-Tamimi an-Najd pada abad ke-18. Sementara Zionisme dibangun oleh Theodor Herzl pada abad ke-19.
Wahabisme dari awal selalu mengkafirkan dan membunuh Umat Islam. Ideologi ini memunculkan banyak sekali kelompok teroris yang mengancam dunia Islam. Kelompok-kelompok teroris Wahabisme yang terkenal adalah ISIS, Taliban, Alqaeda, Boko Haram, dan Front an-Nushra.
Sedangkan Zionisme diciptakan untuk membangun negara Yahudi yang mandiri. Ideologi ini dipakai oleh semua pendukung Israel. Wahabisme merusak Islam dari dalam sementara Zionisme merusak Yahudi dari dalam juga. Mereka beda dari penampilannya tapi tujuan mereka sama yaitu memecah belah Umat Islam.
3. Arab Saudi Tak Peduli Pada Nasib Palestina
Dari awal Arab Saudi berdiri, raja pertamanya, Abdul Aziz al-Saud mendukung kaum Zionis untuk menguasai tanah Palestina. Kita bisa lihat dari kebijaksanaan Arab Saudi yang cenderung merugikan sesama negara Arab. Misalnya, Arab Saudi menuduh pemerintah Suriah menggunakan senjata kimia untuk membunuh rakyatnya. Tapi Arab Saudi pura-pura buta atas kejahatan Israel terhadap Palestina.
4. Arab Saudi Memandang Syiah Dan Iran Lebih Berbahaya Daripada Zionis Dan Israel
Hubungan Arab Saudi dan Iran memburuk karena Arab Saudi takut Revolusi Islam yang dicetuskan almarhum Khomeini melengserkan Dinasti Saud. Untuk mencegah revolusi itu, Arab Saudi dan Qatar menghasut Irak untuk menyerang Iran. Perang Iran-Irak (1980-1988) pun terjadi dan dua negara Arab tadi tak mau memerangi Iran.
Semua media massa berideologi Wahabisme seperti kiblat.net, arrahmah.net, dan eramuslim.com selalu mempropagandakan bahwa kejahatan Zionisme dan Israel masih kalah dibanding kejahatan Syiah dan Iran. Meski Iran dan Israel memiliki nuklir, Arab Saudi lebih benci pada Iran. Ini terbukti bahwa di Arab Saudi, tidak ada demo anti Israel seperti yang sering terjadi di Indonesia.
5. Raja Arab Saudi Takut Bernasib Sama Seperti Saddam Husein, Dan Muammar Qaddafi
Saddam Husein dan Muammar Qaddafi adalah dua dari banyaknya pahlawan Islam. Mereka memimpikan persatuan dunia Islam khususnya untuk melawan agresi Israel pada Palestina.
Saddam Husein digantung tepat pada Hari Raya Idhul Adha 2007 sedangkan Muammar Qaddafi dibunuh oleh para pembangkang. Kenyataannya, Irak dan Libya hancur berantakan dan menjadi ladang teroris Wahabi berbuat ulah.
Dari semua raja Arab Saudi yang pernah berkuasa, Faisal al-Saud adalah raja terbaik. Salah satu alasannya adalah dia berani menyatakan embargo minyak pada AS dan sekutunya yang mendukung Israel pada Perang Yom Kippur 1973.
Mungkin cuma ada dua jawaban kapan Israel diserang oleh Arab Saudi. Pertama jika Raja Arab Saudi lebih berani daripada mendiang Raja Faisal al-Saud. Atau yang kedua, Imam Mahdi yang melakukannya.
Jika Imam Mahdi yang melakukannya, berarti kita harus menunggu kiamat agar Negara Zionis itu musnah dari peta dunia.

No comments:
Post a Comment